SHARE

Jika berbicara tentang komputer atau pengubah dunia terutama teknologi, nama-nama yang muncul di pikiran kita adalah Steve Jobs, Bill Gates, Mark Zuckerberg, Larry Page, Elon Musk dan lain-lain. Begitu juga ketika kita melihat lebih jauh lagi ke jaman sebelum adanya komputer, maka muncullah nama-nama penemu komputer pertama di dunia seperti Charles Babbage atau Alan Turing.

Namun, siapa sangka kalau ternyata yang berjasa menjadi programmer pertama adalah seorang perempuan? Dia bernama Ada Lovelace. Ada Lovelace, atau nama lainnya Ada King dan Countess Lovelace, diketahui menemukan dasar program komputer mekanika pertama di dunia pada tahun 1843.

Ada Lovelace (Biography)
Ada Lovelace (Biography)

Ada merupakan anak dari Annabella dan Lord Byron, dan lahir pada bulan Desember 1815 dengan nama Augusta Ada Byron. Lord Byron ada seorang penyair terkenal pada masa itu, namun dikarenakan masa pernikahan yang singkat, Ada tidak pernah mengenal ayahnya. Hal ini kemudian diperparah dengan Ada yang suka sakit-sakitan. Dia pernah lumpuh selama hampir setahun dan harus berjalan menggunakan kruk pada 1831.

[Baca juga: 11 Kerugian Jika Kalian Tak Punya e-KTP]

Sejak kecil, Annabella melatih anaknya untuk lebih sering menggunakan otak kirinya agar tidak mengikuti jejak karir ayahnya. Hal itu didukung dengan kegemaran Ada terhadap bidang matematika. Saat berusia 17 tahun, kemampuan Ada dalam bidang tersebut mulai terlihat. Salah seorang guru Ada, Augustus De Morgan, sampai meminta agar ia lebih diarahkan ke bidang tersebut karena De Morgan melihat ada bakat istimewa dalam diri Ada.

Saat berumur 17 tahun, Ada bertemu dengan Charles Babbage, yang saat ini kita kenal dengan panggilan “Bapak Komputer”. Babbage adalah seorang ahli matematika dan juga seorang penemu, dan mengajari matematika kepada Ada. Saat Babbage menciptakan “Difference Engine” yang mampu melaksanakan operasi matematika, Ada sangat terkesan dan tertarik dengan ide-ide Babbage. Sebaliknya, Babbage juga kagum dengan intelektual dan bakat menulis Ada. Babbage bahkan memberikan julukan “The Enchantress of Numbers” (Penyihir Angka) pada Ada. Keduanya pun lantas menjalin kerjasama.

Charles Babbage (Wikipedia)
Charles Babbage (Wikipedia)

Ada kemudian menikah dengan William King pada tahun 1835. Pada saat yang sama, selain kesibukan rumah tangga, Ada juga disibukkan dengan pekerjaan untuk menterjemahkan artikel Luigi Menabrea, seorang matematikawan Italia. Pekerjaannya itu menggunakan alat bernama Analytical Engine buatan Babbage, yang mampu melaksanakan operasi matematika yang lebih kompleks.

Analytical Engine buatan Babbage (Wikipedia)
Analytical Engine buatan Babbage (Wikipedia)

Ada tidak hanya menerjemahkan tulisan tersebut ke dalam Bahasa Inggris, namun juga menambahkan pemikiran dan ide-idenya tentang mesin tersebut. Hasil terjemahannya berakhir menjadi tiga kali lebih panjang daripada naskah aslinya. Hasil tulisannya diterbitkan pada tahun 1843 dalam sebuah jurnal sains Inggris. Ada menggunakan inisial “A.A.L” (Augusta Ada Lovelace) dalam publikasinya.

Dalam tulisannya, Ada mendeskripsikan bagaimana kode bisa diciptakan untuk mesin agar bisa menangani huruf dan simbol bersamaan dengan angka. Ia juga menteorikan metode untuk mesin agar bisa mengulangi beberapa instruksi, sebuah proses yang sekarang kita ketahui dengan istilah loop. Atas pekerjaannya ini Ada dikenal sebagai programmer komputer pertama di dunia. Ada juga sempat mencoba mengembangkan perhitungan matematika untuk memenangkan perjudian namun usahanya gagal.

Lukisan Ada Lovelace (Wikipedia)
Lukisan Ada Lovelace (Wikipedia)

Sayangnya, meskipun usianya masih muda, yaitu 36 tahun, dia pun meninggal dunia pada tanggal 27 November 1852 akibat kanker rahim dan pendarahan. Atas kontribusinya, pada tahun 1980 Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamai bahasa pemrograman komputernya dengan nama “Ada” sebagai penghormatan pada Ada. Selain itu, British Computer Society pada 2008 rutin menggelar kompetisi ilmu komputer bagi siswa perempuan secara rutin tiap tahunnya dan menamai medalinya dengan nama “Ada”. Setiap pertengahan Oktober, digelar acara “Ada Lovelace Day”, sebuah acara yang bertujuan untuk mengingkatkan kemampuan perempuan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika.