SHARE

Presiden Joko Widodo mengatakan, Indonesia secara hakikat adalah negara yang menghargai keberagaman. Indonesia juga memiliki Pancasila yang menjadi ideologi dan kekuatan sebagai penyatu bangsa.

Berikut ini cekposting.com kutip dari detik.com “Saya hanya ingin ingatkan kita semuanya. Kita punya Pancasila, ideologi kita, kekuatan sebagai alat pemersatu,” kata Presiden Jokowi di acara Rapimnas PAN di Hotel Bidakara, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (13/11/2016).

“Dan secara tegas, sistem ketatanegaraan kita sangat menghargai kebhinnekaan dan kemajemukan. Dan tugas kita adalah menjaga bersama,” ujar Jokowi.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga prinsip-prinsip Pancasila secara utuh. Dalam wujud keseharian, perlu ada sikap saling menghargai dan menghormati.

presiden-jokowi-mengajak-semua-umat-beragama-bisa-saling-menghargai“Yang mayoritas saya ajak untuk melindungi minoritas. Tapi yang minor juga hargai yang mayoritas. Ya sama-sama saling menghargai, saling menghormati,” ajaknya.

Jokowi mengharapkan juga masukan dari segenap pihak tentang hal yang bisa dipakai untuk membenahi kehidupan masyarakat. Menurutnya, keberagaman yang ada di Indonesia adalah sumber kekuatan dalam kehidupan berbangsa.

“Kita ini terdiri dari banyak suku. Banyak bahsa lokal. Data yang ada di saya, 340 bahasa lokal. Tapi tadi saya buka lagi, 646. Suku data yang ada di saya 704 lebih tapi ada 1108. Ini sebetulnya kekuatan kita. Kalau kita bisa merawat dan menjaganya,” tutur Jokowi.

Ia juga meminta agar masyarakat Indonesia tidak terpecah belah karena kasus pidato kontroversial Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diduga mengandung penistaan agama. Karena menurutnya, hal itu sudah dalam proses hukum

“Jangan sampai kita jadi terpecah belah. Kebersamaan kita sebagai bangsa jadi rusak, tidak utuh gara-gara sebetulnya persoalan yang itu sudah diproses dalam wilayah hukum,” katanya.

Jokowi juga menyoroti media sosial. Jokowi sudah sulit berkata-kata melihat interaksi yang ada di media sosial. Hal itu membuatnya geleng-geleng kepala.

“Coba, saudara-saudaraku lihat, dalam sebulan ini, dalam dua minggu, 3 minggu ini bukalah medsos. Isinya, (melihat) isinya udah geleng-geleng saya. Kita tahu semuanya, Nabi mengajarkan pada kita akhlakul karimah, akhlak yang lembut. Begitu kita lihat di medsos, saling hujat, saling ejek, saling maki, fitnah, adu domba, memprovokasi,” ucap Jokowi menyayangkan.

Menurutnya, hal tersebut tidak sesuai dengan tata nilai agama. Dalam sela acara tersebut, dia mengajak kader-kader PAN dan segenap masyarakat lainnya untuk kembali berpegang pada tata nilai agama dan negara.

“Saya kira, itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan baik ini. Saya mengajak, semuanya untuk jaga kemajemukan, kebhinnekaan, kebersamaan kita sebagai bangsa. Sekali lagi, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar,” tutur Jokowi.

Semoga apa yang dikatakan Pak Jokowi ini bisa membuat bangsa Indonesia bisa semakin solid dan semakin berjaya.